Google Bongkar Masalah Fortnite di Android, Bos Epic Games Naik Pitam

Keputusan Google guna mengumumkan eksistensi celah ketenteraman di Fornite versi Android mengundang reaksi dari Epic Games selaku pengembang. CEO Epic Games Tim Sweeney menyebut tahapan raksasa internet tersebut tidak bertanggung jawab.

Kekesalan Sweeney tersebut dituangkan dalam suatu kicauan di Twitter sejumlah waktu lalu. Dikutip dari Phone Arena, Rabu (29/8/2018), keputusan Google ini tidak lebih sebagai format perusakan citra.

“Kami telah meminta Google guna menunda pengumumuman (soal celah keamanan) sampai pembaruan diluncurkan ke tidak sedikit perangkat. Mereka menolaknya, dan membuat risiko yang tidak perlu untuk pemakai Android dalam bahaya sekaligus membuat citra buruk,” tulis Sweeney.

Google sendiri menampik berkomentar tentang tanggapan bos Epic Games tersebut. Terlepas dari kekesalan Sweeney, Google memang dirasakan terlalu terburu-buru mengungkap celah ketenteraman di Fortnite .

Awalnya, pada 15 Agustus Google mengumumkan ke developer ada celah ketenteraman di Fortnite. Dua hari setelahnya, Epic berjanji bakal mengatasi urusan itu dan meminta masa-masa 90 hari sebelum temuan tersebut diungkap.

Epic berasalah pihaknya hendak meyakinkan pembaruan itu sudah didapatkan seluruh pemakai. Namun, Google ternyata menampik permintaan itu.

Terlepas dari perselisihan, Epic Games melafalkan saat ini developer gim telah menambal celah ketenteraman di Fortnite melulu dalam waktu tidak cukup dari sehari.

Sebelumnya, Google pun sempat menuliskan, celah ketenteraman sebenarnya bisa dideteksi dan dihindari bilamana gim itu diluncurkan via Play Store.

Fortnite Berlaga di Android Tanpa Jalur Play Store

Meski masih dalam versi beta, Fortnite sendiri sekarang sudah sah melenggang di Android. Namun, Epic Games menyimpulkan untuk menjual gim tersebut tidak melewati Play Store dan memilih metodenya sendiri.

Nantinya, pemakai tinggal mendownload program installer Fortnite guna memasang gim di perlengkapan yang kompatibel.

Keputusan ini, menurut keterangan dari CEO Epic Games Tim Sweeney, tidak lepas dari upaya perusahaannya untuk bersangkutan langsung dengan pemain.

Sekadar informasi, Fortnite guna PC pun rilis lewat Epic Games Launcher, alih-alih memanfaatkan platform Steam yang lebih populer.

Sementara guna iOS, tahapan semacam ini terbilang sulit, menilik Apple tidak memperbolehkan pemakai mengunduh software yang tidak diverifikasi dan didistribusikan lewat toko software resmi.

“Epic mengharapkan hubungan langsung dengan pemakai di semua platform yang memungkinkan. Hal ini dimungkinkan dengan adanya internet,” tutur Sweeney.

Alasan beda yang menciptakan Epic tidak merilis Fortnite di Play Store ialah alasan finansial. Epic tidak hendak membayar ongkos toko software sebesar 30 persen ke Google.

“Untuk platform seluler, 30 persen tidak proporsional dengan ongkos layanan yang dilaksanakan toko, laksana pemrosesan pembayaran, bandwidth unduhan, dan layanan pelanggan,” ujar Sweeney.

Keamanan Bukan Masalah

Cara ini memang disinggung melangkahi Google selaku developer Android. Alasannya, perusahaan tersebut kini tengah mengkampanyekan guna mengunduh software dan gim terpercaya yang berasal dari Play Store.

Google sendiri bukannya tanpa alasa mengerjakan hal tersebut, menilik gim dan software di luar Play Store sering disusupi oleh malware yang menciptakan ekosistem Android menjadi berbahaya.

Menyoal urusan tersebut, Sweeney menuturkan, ketenteraman bukan masalah besar dalam urusan ini. Ia menuturkan, gamer sudah terbukti dapat memilih mengadopsi aplikasi yang aman.

“Gamer terbukti dapat mengadopsi aplikasi yang aman, terlebih teknik semacam ini telah berkembang di platform PC melalui pelbagai sumber terbuka,” ucapnya. Karenanya, dia yakin Fortnitedi Android tetap sukses.

Lebih lanjut dia menuturkan, sistem operasi mobile sebetulnya memungkinkan pemakai guna memilih akses yang diperbolehkan sebuah aplikasi. Dengan teknik itu, pemakai bisa menilai sendiri izin yang diberikannya.

 

This entry was posted in Game, Technology and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *